Thursday, October 4, 2018

Segala Hal tentang Awet-awetan

Kalian tahu, kan, akhir-akhir ini trending topic di media sosial maupun di lahan gosip orang-orang ketje adalah tentang awet-awetan. Ya, itu semua gara-gara artis yang operasi plastik trus bikin sensasi. Jadinya semua orang membahas tentang biar awet muda trus dibikin meme yang lucu, aneh, bin ajaib.

Menurut pendapatku, dari segala hal tentang awet-awetan itu, intinya cuma satu: formalin. Mau tahu kenapa? Yuk, simak paparan di bawah ini....

1. Bagaimana caranya biar wajah kelihatan awet muda?
>>Pakai formalin. Jangan kalah sama tahu.

2. Bagaimana caranya supaya hubungan pacaran bisa awet?
>>Pakai formalin. Kembali lagi ke masalah tahu tadi. Tahu aja awet kalau dikasih formalin. Lha, elo... Berlaku juga untuk pernikahan. Supaya awet sampai kakek nenek, jangan lupa gosokkan formalin setiap hari.

3. Panasnya awet banget sampai-sampai sudah bulan segini hujan belum turun juga. Kenapa ya?
>>Karena langitnya dikasih formalin. Makanya panasnya awet.

4. Lha, tapi beberapa minggu yang lalu hujannya awet dari siang sampai malam. Sampai bikin banjir segala. Katanya langitnya dikasih formalin. Kok begitu?
>>Karena hujannya mengandung formalin makanya awet turunnya nggak berhenti-berhenti.

5. Jadi kalau mau barang-barang milik kita biar awet caranya pakaikan aja formalin, gitu?
>>Ya iyalah. Formalin terbukti efektif sebagai bahan pengawet. Makanya mumi di piramida Mesir sana awet sampai ratusan tahun!

6. Trus, kamu sendiri pakai formalin juga makanya bisa awet di blog ini?
>>Nggak, sih. Aku kan cuma omong doang. Cerita yang di atas jangan dipraktekkan di rumah, ya. Cuma buat lucu-lucuan aja.

Oke pemirsa, intinya walaupun formalin bisa mengawetkan dan terbukti ampuh sebagai bahan pengawet, tapi percayalah bahwa di dunia ini nggak ada yang abadi. Nggak ada yang awet. Jadi nggak usah maksa biar awet sampe gimana gitu... Terima aja apa adanya. Biarkan mengalir. Asal jangan dibiarkan alirannya sampai tumpah ke mana-mana ya. Oke sip? Iyess!

Tuesday, October 2, 2018

Jumputan

Mimi: "Hae... Hari ini Hari Batik Nasional, lho!"

Mitu: "Iya, rata-rata semua pegawai kantor pakai batik hari ini. Keren banget lihatnya! Batik memang oke!"

Mimi: "Betul! Dan ngomong-ngomong hari ini jalanan macetnya ampun-ampunan deh! Entah ada acara apa sampai jalanan macet semacet-macetnya."

Mitu: "Nggak tau juga tuh kenapa. Yang pasti tadi ada teman yang bahas tentang batik dan kain jumputan. Bahasan yang menarik lah pokoknya."

Mimi: "Jumputan? Jumputan itu yang sering ditelepon mbak Wi, kan?"

Mitu: "Apaan, sih? Jumputan itu kain. Coba cari di Google, deh!"

Mimi: "Jumputan itu seperti... Setiap sore sepulang kerja mbak Wi menggunakan jasa jumputan dari abang ojek."

Mitu: "Astaga, Miiiii! Itu jemputan! Bukan jumputan! Omaygad!"

Sunday, September 23, 2018

Seminar yang Keren

Mimi: "Mit, hari ini aku pergi ke seminar yang keren banget!!"

Mitu: "Wah, beneran? Di mana? Seminar tentang apa?"

Mimi: "Di Maitreya School. Seminar tentang pendidikan oleh Kak Seto dan seminar kesehatan oleh Dokter Susianto."

Mitu: "Wah, cerita cerita... Ayo!"

Mimi: "Pertama, aku nggak nyangka yang hadir di sana dari semua kalangan. Maksudnya semua agama. Dari panitia sampai pengisi dan pembawa acaranya Bhinneka Tunggal Ika! Ini baru beneran keren! Nggak memandang suku, agama, ras. Semua ada di Ballroom itu. Trus Ballroomnya keren banget! Luas dan ada layar besar kayak bioskop!"

Mitu: "Beneran? Trus apa lagi nih?"

Mimi: "Oke banget, Mit. Untuk ukuran seminar sebesar ini, mana gratis pula. Dapat sertifikat lagi... pokoknya keren! Ini baru namanya luar biasa!"

Mitu: "Jadi nggak bayar trus dapat sertifikat juga? Asyik bener tuh! Pembicaranya orang terkenal pula!"

Mimi: "Iya makanya... dapat snack juga, lho! Materinya juga bagus. Tentang isi piring yang bergizi tuh bagaimana. Trus perbandingan kalori dan makanan yang baik dan tidak baik tuh yang bagaimana. Tempe baik untuk kesehatan... "

Mitu: "Kalau yang pendidikan gimana?"

Mimi: "Untuk pendidikan, Kak Seto mengajarkan untuk mendidik dengan cinta. Nggak boleh menghukum secara fisik dan nggak boleh membentak. Cara untuk marah boleh dengan bernyanyi. Trus anak-anak belajar dari meniru. Kalau mau anak bisa makan sayur dan buah, harus beri contoh dengan cara makan sayur dan buah. Mendidik anak harus kreatif. Ada banyak cara supaya anak bisa senang belajar. Yang perlu diingat adalah bahwa semua anak tuh cerdas."

Mitu: "Keren banget tuh!"

Mimi: "Selain itu ada juga penampilan dari grup Nawa dan senam INLA. Pokoknya keren deh!"

Mitu: "Beruntungnya bisa ikut acara itu..."

Mimi: "Iya, Mit!"

Pentingnya Proposal

Mimi: "Kenapa proposal tuh penting saat mau mengajukan permintaan sponsor?"

Mitu: "Ya sangat penting, dong! Kan namanya perusahaan atau orang yang diminta harus tahu dengan jelas produk atau uang yang diberikannya digunakan untuk apa aja."

Mimi: "Iya juga ya. Semua harus jelas."

Mitu: "Iyalah... Hari gini mana ada orang yang mau rugi. Kalau kamu diminta sponsor, kamu juga harus tau kamu dapat keuntungan apa dengan memberikan sponsor."

Mimi: "Biasanya keuntungan apa yang diminta dari si pemberi sponsor?"

Mitu: "Biasanya mereka minta disebutkan nama perusahaannya saat acara berlangsunh. Atau logo perusahaannya dipasang di banner. Atau dia bisa mempromosikan penjualanannya saat acara. Nah kalau kasih uang, harus lebih jelas lagi perincian keuangannya. Saat awal memberikan proposal harus ada rincian pengeluaran dari yang mengadakan acara."

Mimi: "Biasanya kalau di tempat kerjaku minta sponsor piala. Apa perlu dirinci juga?"

Mitu: "Iya. Paling tidak, pialanya untuk juara berapa saja dan untuk lomba apa aja."

Mimi: "Oh, jadi penting banget ya proposal tuh!"

Mitu: "Ya betul!"

Friday, September 14, 2018

Surprise Deal 25 GB

Mimi: "Eh, hari ini ada promo bagus banget loh dari Telkomsel!"

Mitu: "Oh, ya? Promo apaan?"

Mimi: "Surprise Deal 25 GB seharga 100 ribu!!"

Mitu: "Wow! Asyik banget, tuh! Kamu tau dari mana? Ketentuannya apa?"

Mimi: "Aku dapat info dari Line Telkomsel. 25 GB seharga seratus ribu rupiah itu berlaku untuk 30 hari. Belinya cuma di hari ini, Jumat 14 September 2018. Yang bisa beli adalah pengguna kartu Telkomsel."

Mitu: "Wah, beruntung banget bisa beli paket itu! 25 giga seratus ribu tuh lumayan banget. Murah! Jadi... dengan kuota segitu mau buat apa aja?"

Mimi: "Buat nonton drakor, dong!"

Mitu: 😅

Jaket Cewek vs Jaket Cowok

Mimi: "Pas aku belanja di supermarket tadi, aku lihat jaket. Sepertinya jaketku sudah harus diganti. Karena sudah usang."

Mitu: "Ya udah, beli aja. Duit kan ada!"

Mimi: "Iya ada. Tapi ternyata harga jaket cewek tuh mahal! Trus cari model yang diinginkan kok kayaknya sulit bener ya."

Mitu: "Sulit bagaimana? Bukannya di mall banyak yang jualan jaket. Tinggal pilih aja dari harga yang murah sampai mahal."

Mimi: "Nggak sesederhana yang lo bilang, Mit! Apalagi jaket cewek. Modelnya kurang banyak. Harganya juga selangit kalau di mall. Nunggu diskonan entah kapan adanya."

Mitu: "Mungkin kamu harus cari di beberapa tempat supaya dapat yang kamu inginkan. Ke pasar aja kali. Tapi kamu harus pintar menawar."

Mimi: "Males ah ke pasar. Kalau ke pasar harus benar-benar waspada. Soalnya banyak copet!"

Mitu: "Yaudah kalau gitu coba cari di area jaket cowok!"

Mimi: "Nah, justru itu. Tadi aku mampir ke area jaket cowok. Dan ternyata model-modelnya oke banget! Harganya pun terjangkau!"

Mitu: "Terus... Kamu beli nggak jaketnya?"

Mimi: "Nggak."

Mitu: "Lho, kenapa?"

Mimi: "Aku masih mempertimbangkan. Sepertinya aneh kalau cewek pakai jaket cowok."

Mitu: "Halah!! Dasar manusia galau!"

Kenapa Anak Tidak Suka Makan Sayur

Mimi: "Beberapa hari yang lalu pas lagi log in di fb, aku lihat video tentang anak-anak yang tidak suka makan sayur."

Mitu: "Oh, ya, gimana ceritanya?"

Mimi: "Iya... Jadi semua anak-anak di video itu nggak suka makan sayur. Mereka dikasih sayuran dengan berbagai olahan. Lalu disuruh makan sayurnya. Ekspresinya aneh-aneh!"

Mitu: "Dimakan nggak sayurnya? Aku rasa mereka bakalan nolak, deh!"

Mimi: "Begitulah... Malah ada yang sampai nangis-nangis, trus teriak-teriak sambil memohon nggak mau makan sayur. Ekspresi mereka itu kayak lagi disuruh makan racun aja. Menggemaskan banget! Heran deh kenapa anak-anak itu sampai kayaknya jijik banget lihat sayur."

Mitu: "Mungkin karena tidak dibiasakan makan sayur. Menurutku anak-anak tuh sedari kecil harus dibiasakan makan sayur. Sayur kan bisa diolah dengan berbagai macam cara. Ya dibikinlah supaya menarik penyajiannya."

Mimi: "Setuju banget! Eh pas pula kemarin aku nonton film yang tokohnya nggak suka makan sayur. Lalu oleh sahabatnya dimasakkan sayur dengan olahan yang beda. Sayurnya dikasih bumbu-bumbu dan saus pedas. Akhirnya si teman itu mulai suka sayur."

Mitu: "Ya betul... Memang seharusnya begitu. Variasikan penyajian sayurnya supaya nggak bosan. Biar anak juga suka makan sayur. Kan bisa juga tuh sayurnya dibikin kayak bento. Dibuat jadi seperti tokoh kartun atau gambar apa. Sayurnya bisa juga dicampurkan ke masakan daging."

Mimi: "Iya.. intinya harus dibiasakan sejak dini makan sayurnya."

Mitu: "Dan perlu diingat juga... Kalau mau ajak anak-anak makan sayur, situ juga harus makan sayur. Jadi harus memberi contoh yang baik juga sama anak-anak."

Mimi: "Oh iya, benar. Karena anak-anak biasanya kan peniru. Kasih video tentang asyiknya makan sayur juga oke tuh!"

Mitu: "Betul!"